JURNAL Subnetting, classes, CIDR dan VLSM
SUBNETTING
Subnetting adalah “memindahkan” garis pemisah
antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari
bagian host dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network. Address satu
network menurut struktur baku dipecah menjadi beberapa subnetwork. Cara ini
menciptakan sejumlah network tambahan dengan mengurangi jumlah maksimum host
yang ada dalam tiap network tersebut. Tujuan lain dari subnetting yang
tidak kalah pentingnya adalah untuk mengurangi tingkat kongesti dalam suatu network.
Perhatikan bahwa pengertian satu network secara logika adalah host-host yang
tersambung pada suatu jaringan fisik. Misalkan pada suatu LAN dengan
topologi bus, maka anggota suatu network secara logika haruslah host yang
tersambung pada bus tersebut. Jika menggunakan hub untuk topologi star, maka
keseluruhan network adalah semua host yang terhubung dalam hub yang sama.
Bayangkan jika network kelas B hanya dijadikan satu network secara logika, maka
seluruh host yang jumlahnya dapat mencapai puluhan ribu itu akan “berbicara”
pada media yang sama. Jika kita perhatikan ilustrasi pada Gambar 1, hal ini
sama dengan ratusan orang berada pada suatu ruangan. Jika ada banyak orang yang
berbicara pada saat bersamaan, maka pendengaran kita terhadap
seorang pembicara akan terganggu oleh pembicara lainnya. Konsep
Subnetting IP Address Untuk menghindari terjadinya kongesti akibat terlalu
banyak host dalam suatu physical network, dilakukan segmentasi jaringan.
Misalkan suatu perusahaan yang terdiri dari 4 departemen ingin memiliki LAN
yang dapat mengintegrasikan seluruh departemen. Masing-masing departemen
memiliki Server sendiri-sendiri (bisa berupa Novell Server, Windows NT atau
UNIX, termasuk Linux). Cara yang sederhana adalah membuat topologi network
perusahaan tersebut, diilustrasikan pad
CLASSES
Dalam
konteks yang lebih luas, Enterprise Private Network (EPN) adalah jaringan
pribadi yang dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan untuk kebutuhan
internal, memungkinkan pertukaran data yang aman dan efisien di seluruh
organisasi. Global Area Network (GAN) mencakup area geografis yang sangat luas
dan menghubungkan jaringan di seluruh dunia, mendukung komunikasi global yang
efisien tanpa hambatan geografis. Peer-to-Peer Network (P2P) adalah jaringan di
mana setiap perangkat memiliki peran yang setara dalam berbagi sumber daya,
seperti jaringan file sharing yang memungkinkan pengguna berbagi file langsung
satu sama lain. Sensor Networks terdiri dari sensor-sensor kecil yang tersebar
untuk mengumpulkan data lingkungan dalam aplikasi IoT, memantau kondisi seperti
suhu, kelembaban, atau polusi udara.
Dengan
pemahaman yang mendalam tentang berbagai kelas jaringan komputer ini,
organisasi dan individu dapat memilih jenis jaringan yang sesuai dengan
kebutuhan komunikasi dan pertukaran data mereka. Dengan teknologi jaringan yang
terus berkembang, kelas-kelas jaringan komputer memberikan kerangka kerja yang
diperlukan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengelola jaringan yang
efisien dan andal dalam berbagai konteks bisnis dan teknologi.
CIDR dan VLSM
Classless
Inter-Domain Routing (CIDR) dan Variable Length Subnet Masking (VLSM) adalah
konsep penting dalam desain dan pengelolaan jaringan komputer yang memungkinkan
pengguna untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan mengelola subnet dengan
lebih efisien. CIDR adalah metode pengalamatan IP yang memungkinkan penggunaan
alamat IP dengan lebih fleksibel tanpa harus terikat pada batasan kelas
jaringan tradisional seperti Class A, B, atau C. Dengan CIDR, pengguna dapat menggunakan
prefix length untuk menentukan jumlah bit yang digunakan untuk alamat jaringan,
memungkinkan pembagian alamat IP yang lebih efisien dan pengelolaan routing
yang lebih baik. Sementara itu, VLSM adalah teknik yang memungkinkan subnetting
yang lebih presisi dengan memberikan subnet mask yang berbeda untuk subnet yang
berbeda dalam jaringan yang sama. Dengan VLSM, pengguna dapat membagi jaringan
menjadi subnet-subnet dengan ukuran yang berbeda, sehingga memungkinkan
penggunaan alamat IP secara lebih efisien dan penyesuaian yang lebih akurat
terhadap kebutuhan jaringan yang kompleks. Kombinasi antara CIDR dan VLSM
memungkinkan para profesional jaringan untuk merancang dan mengelola jaringan
dengan lebih efisien, mengoptimalkan penggunaan alamat IP, mengurangi
pemborosan alamat IP yang tidak terpakai, dan meningkatkan efisiensi routing
dalam jaringan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kedua konsep ini, para
administrator jaringan dapat mengimplementasikan desain jaringan yang lebih
fleksibel, scalable, dan efisien sesuai dengan kebutuhan bisnis dan teknis
mereka.
Komentar
Posting Komentar